Seminar ini menegaskan bahwa teologi tidak berhenti pada ruang kelas atau ibadah hari Minggu, melainkan harus membentuk cara berpikir, bekerja, memimpin, melayani, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, iman dipahami sebagai kekuatan yang utuh dan relevan, bukan sekadar pengetahuan rohani yang terpisah dari tanggung jawab sosial dan panggilan pelayanan. Gagasan tersebut sejalan dengan arah pendidikan STTP yang menekankan teologi integratif, yaitu pemaduan Amanat Agung Yesus Kristus dengan Mandat Budaya. Dalam penjelasan resmi kampus, pendekatan ini menempatkan misi, penginjilan, perawatan ciptaan, dan pembangunan budaya sebagai satu kesatuan tanggung jawab umat Tuhan. Melalui seminar ini, STTP menunjukkan komitmennya untuk memperlengkapi mahasiswa, pelayan gereja, dan umat Kristen agar memiliki wawasan teologis yang kokoh sekaligus peka terhadap realitas kehidupan. Teologi integratif mendorong peserta tidak hanya memahami kebenaran Alkitab, tetapi juga menerapkannya secara bijak dalam pelayanan, pendidikan, kepemimpinan, dan kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, Seminar Teologi Integratif STTP pada 17 April 2026 dapat dipandang sebagai panggilan untuk menyatukan iman, ilmu, dan tindakan. Pesan utamanya sederhana namun mendalam: iman Kristen harus tampak dalam karakter, keputusan, dan karya nyata, sehingga kehidupan orang percaya benar-benar mencerminkan nilai-nilai Kristus secara utuh dan berkesinambungan.

STT PROVIDENSIA
Search
Archive
Pages
- Akreditasi STTP
- CIVITAS AKADEMI
- Civitas Akademika Sekolah Tinggi Teologi Providensia
- Contact
- Donasi
- Fasilitas
- Form Contact
- Gallery
- Journal
- Kebijakan Privasi
- Login Customizer
- LPMI
- MISI
- Pascasarjana (S2)
- Pendaftaran
- Presensi Kelas
- Profil
- Program Pascasarjana (S2 Teologi)
- Program Sarjana (S1 Teologi)
- Sarjana (S1)
- Sejarah Singkat
- Survey Kepuasan Pengguna Lulusan
- Tri Dharma
- VISI


Tinggalkan Balasan